3 Kriteria Sahabat Sejati

No comment 1119 views

sahabat sejatiInfoislami - Jangan salah berteman. Sebab, seseorang dinilai dari temannya. Relasi sosial seseorang dengan temannya adalah proses take and give. Jadi, di antara mereka berdua terjadi proses saling mewarnai satu sama lain. Semakin dekat hubungan keduanya, sebagais sahabat, maka proses saling mewarnainya semakin sempurna. Tanpa sadar mereka berdua membentuk nilai dan norma baru bagi diri mereka berdua.

Jika sahabat kita itu orang shalih, insya Allah, diri kita akan terwarnai keshalihannya. Tapi bila sahabat kita orang fasik, na’udzubillah, kita bisa “tercemar” akhlak buruknya. Persis seperti pepatah lama “berteman dengan tukang arang, akan terkena cemong; berteman dengan tukang parfum, akan ikut wangi.

Tak heran bila Nabi Isa a.s. menganjurkan kita untuk ketat dalam memilih teman. Ini kata beliau,

”جالسوا من تذكركم بالله رؤيته, ومن يزيد فى عملكم منطقه ,ومن يرغبكم فى الأخرة عمله“.`
)البيان والتبيان:3\87 نقلا عن سباق نحو الجنان:108)

“Duduklah kamu bersama orang yang dengan melihatnya kamu ingat pada Allah, dengan mendengar kata-katanya amalmu bertambah, dan dengan melihat amalnya  kamu rindu pada kampung akhirat.” (Al-Bayaan Wat-Tibyaan: 3/87 dikutip dari Sibaqu Nahwal Jinaan: 108).

Jadi, Nabi Isa a.s. mengajarkan kepada kita tentang tiga kriteria sahabat sejati. Maka, seleksilah sahabat Anda, apakah sudah memenuhi kriteria itu.

Pertama, jika engkau melihat dirinya, apakah bertambah imanmu?

Iman itu seperti listrik. Mengalir dari tegangan tinggi ke tegangan rendah. Seoang sahabat yang hatinya dipenuhi luapan iman, akan terasa luapan imannya itu mengalir dari hatinya ke hati kita. Ada cahaya iman memancar saat kita melihat wajahnya dan menatap matanya yang bersih dan teduh. Benarlah kata orang-orang dahulu, menatap wajah orang shalih cukuplah menjadi nasihat bagi kita.

Kedua, ketika mendengar perkataannya, apakah engkau termotivasi untuk beramal?

Perkataan yang terbaik adalah adalah ajakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, ajakan untuk mengerjakan amal shalih, seperti firman Allah swt. di surat Al-Fushilat ayat 33.

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

Sahabat sejati adalah orang yang tak pernah jemu mengajak kita untuk beramal shalih. Bukan orang yang mengajak kita melakukan perbuatan sia-sia (laghwun), apalagi berbuat dosa. Kalimat-kalimat yang diucapkannya memotivasi agar kita mau lebih mendekat kepada Allah swt. dengan melakukan amal-amal shalih. Sudahkah kita punya sahabat yang seperti ini?

Ketiga, saat melihat amalnya, apakah itu memotivasimu untuk rindu akan kampung akhirat?

Rasulullah saw. melarang kita iri, kecuali pada dua orang. “Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Alangkah bahagianya jika kita bisa bersahabat dengan dua orang tipe ini. Amal shalih yang mereka lakukan membuat kita iri untuk melakukan hal yang sama: mempersiapkan bekal untuk pulang ke kampung akhirat.

Sekali lagi, sudahkah kita punya sahabat yang seperti ini?

author
No Response

Leave a reply "3 Kriteria Sahabat Sejati"