Hamas menuntut diakhirinya penumpasan terowongan di perbatasan oleh Mesir

FILE - In this Monday, Sept. 30, 2013 file photo, a Palestinian worker rests inside a smuggling tunnel in Rafah, on the border between Egypt and the southern Gaza Strip. Renewed Israel-Hamas fighting after the collapse of truce talks in Cairo on Tuesday, Aug. 19, 2014 highlights the steep obstacles to ending the Gaza war. (AP Photo/Hatem Moussa, File)

FILE - In this Monday, Sept. 30, 2013 file photo, a Palestinian worker rests inside a smuggling tunnel in Rafah, on the border between Egypt and the southern Gaza Strip. Renewed Israel-Hamas fighting after the collapse of truce talks in Cairo on Tuesday, Aug. 19, 2014 highlights the steep obstacles to ending the Gaza war. (AP Photo/Hatem Moussa, File)

infoislami - RAFAH - Hamas di Jalur Gaza menyerukan Mesir untuk menghentikan proyek yang bertujuan untuk menghancurkan terowongan yang tersisa di sepanjang perbatasan, lansir AP pada Ahad (20/9/2015).

Proyek ini diklaim untuk membangun peternakan yang dioperasikan oleh militer junta Mesir dan akan mengisi daerah perbatasan dengan air. Para pejabat junta Mesir mengatakan peternakan ikan tersebut dirancang untuk menutup terowongan yang diklaim oleh mereka sebagai tempat penyelundupan senjata dan “militan”.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar terowongan digunakan oleh penduduk Gaza untuk “menyelundupkan” bahan2 kebutuhan harian mereka yang didapatkan dari Mesir. Terowongan mulai aktif digunakan dan menjadi satu-satunya alternatif sejak “Israel” memblokade Jalur Gaza sejak 2007 silam.

Hamas mengatakan proyek yang dijalankan oleh Mesir akan mengisolasi Jalur Gaza yang telah berada di bawah blokade “Israel” dan Mesir sejak 2007. Hamas menambahkan bahwa proyek tersebut merupakan bahaya besar bagi Jalur Gaza.

Pada pekan lalu, pekerja terowongan mengatakan terowongan mereka runtuh setelah banjir menghantamnya. (gzo/arrahmah/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Hamas menuntut diakhirinya penumpasan terowongan di perbatasan oleh Mesir"