Hubungan Keberkahan dengan Bertambahnya Sesuatu

bungainfoislami - Banyaknya sesuatu tidaklah menunjukkan akan baiknya sesuatu tersebut, akan tetapi kabaikan itu ada pada sesuatu yang berkah walaupun jumlahnya sedikit.

Sesuatu yang berkah walaupun terlihat sedikit menurut pandangan manusia, namun hal itu lebih baik dari pada sesuatu yang banyak akan tetapi tidak ada keberkahan padanya.

Meski sesuatu yang banyak tersebut seringkali membuat takjub kebanyakan orang, namun kedua hal itu tidaklah sama, Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِ

“Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu.” (QS. Al-Maidah: 100)

Ini merupakan suatu hakikat agung yang tidak dapat mengambil manfaat darinya melainkan orang-orang berilmu serta yakin dengan sebenar-benarnya. Sebab, keberkahan pada waktu itu adalah dengan memperbanyak amal-amal shalih di dalamnya.

Keberkahan pada ilmu adalah dengan mengamalkannya serta menyebarkannya. Keberkahan pada harta adalah dengan merasa cukup terhadapnya. Keberkahan pada kesehatan adalah dengan merasakan keselamatannya.

Keberkahan pada anak adalah dengan baiknya akhlak mereka terhadap orang tua mereka. keberkahan pada istri adalah dengan baiknya interaksi mereka terhadap suami mereka, suburnya rahim mereka dan baiknya bimbingan mereka terhadap anak-anak mereka.

Zubair bin Awwam pernah telah mewasiatkan kepada anaknya untuk melunasi utang-utangnya yang telah mencapai dua juta dua ratus ribu dirham, dia berkata kepada anaknya,

“Wahai anakku, jika kamu tidak mampu untuk membayar utangku maka mintalah bantuan kepada majikanku.”

Abdullah (anaknya) berkata, “Demi Allah aku tidak menemukan sedikit pun kesulitan dalam melunasi utangnya setelah aku berdoa, “Wahai Pemilik Zubair, lunasilah utangnya.” Maka Allah melunasinya.

Selanjutnya Abdullah menuturkan, “Kemudian Zubair Radhiyallahu Anhu terbunuh dan tidak meninggalkan satu dinar pun juga dirham kecuali dua bidang tanah miliknya.”

Maka Abdullah menjual sebagian dari tanah hutan itu sehingga dapat melunasi utang tersebut dan masih tersisa lima puluh juta dua ratus ribu.

Zubair meninggalkan empat orang istri, maka Abdullah menyisihkan sepertiga harta bapaknya sebagai wasiat bapaknya, sehingga setiap istri Zubair mendapatkan satu juta dua ratus ribu dirham.

Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam Shahihnya dan dia mengkhususkan kisah ini dengan judul Bab Keberkahan Orang yang Berperang Pada Hartanya Baik Telah Mati Maupun Masih Hidup. Dikutip dari buku karangan Dr. Amin bin Abdullah Asy-Syaqawi.

author
No Response

Leave a reply "Hubungan Keberkahan dengan Bertambahnya Sesuatu"