Kesucian Sebelum Kecerdasan

No comment 169 views

InfoIslami - Penulis: Dr. Fahmi Islam Jiwanto, MA

Manfaat Kedua (Serial Manfaat Ramadhan)

Kesucian Sebelum Kecerdasan

Salah satu doa Ibrahim AS adalah:

{رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [البقرة: 129]

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS Al-Baqarah: 129)

Ibrahim menjadikan penyucian setelah tilawah dan pengajaran. Allah pun mengabulkan doanya itu, lalu berfirman,

{لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ} [آل عمران: 164]

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah.” (QS Ali Imran: 164)

Ternyata, Allah menjadikan penyucian sebelum pengajaran dan setelah tilawah. Demikian pula dalam firman-Nya SWT:

{كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ} [البقرة: 151]

“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS Al-Baqarah: 151)

Juga, dalam firman-Nya SWT:

{هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ} [الجمعة: 2]

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah.” (QS Al-Jumu’ah: 2)

Lantas apa rahasia didahulukannya penyucian sebelum pengajaran, serta didahulukannya tilawah sebelum penyucian?

Penerimaan petunjuk Allah memerlukan landasan yang bersih. Pasalnya, pemilik ilmu terkadang tidak selamat apabila jiwanya masih mengandung hawa nafsu yang dituruti serta syahwat yang berkobar. Orang berilmu yang tidak menyucikan jiwanya akan tersesat dan menyesatkan orang lain dengan ilmunya. Allah SWT berfirman,

{أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ؟} [الجاثية: 23]

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya?" (QS Al-Jatsiyah: 23)

Dia SWT berfirman pula,

{وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ} [الأعراف: 175]

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.” (QS Al-A’raf: 175)

Oleh sebab bahaya yang sangat besar itulah Imam Ali RA berkata, “Dua orang menghancurkanku: orang berilmu yang kurang ajar dan orang bodoh yang beribadah. Yang satu menyesatkan orang dari ilmunya melalui kekurangajarannya. Yang satu mengajak mereka kepada kebodohannya melalui ibadahnya.”

Maka, orang yang diberi akal yang cerdas dan ilmu yang banyak tanpa menyucikan hati dan membersihkan jiwa, salah-salah dia menundukkan ilmu dan akalnya guna melayani hawa nafsunya serta mengalahkan nash agar selaras dengan hawa nafsunya yang kerap menyuruh kepada keburukan. Karena itulah penyucian jiwa harus didahulukan daripada kegiatan pengajaran.

Ihwal tilawah sebelum penyucian, pembacaan ayat Allah merupakan sarana terbesar untuk menyucikan jiwa, sekaligus bahan dasar untuk memberi petunjuk orang. Lagi pula, penyucian tidaklah lurus apabila terpisah dari Al-Qur`anul-Karim. Penyucian pun menjadi liar apabila jauh dari petunjuk Al-Qur`anul-Karim. Sebab, Al-Quranul-Karim lah yang membuat Muslim seimbang antara penyucian jiwanya dan pengurusan raganya, antara upaya keras untuk akhirat dan kerja untuk dunia, antara urusan pribadi dan urusan kemasyarakatan. Semua aspek tersebut dikelola oleh Al-Qur`an dengan rapi dan seimbang. Pasalnya, ia adalah petunjuk yang sempurna sekaligus aturan yang lengkap, serta kebenaran yang tidak dihampiri oleh kebatilan, baik dari depan maupun belakang, wahyu yang diturunkan dari Sang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.

Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al-Qur`an serta jadikanlah ia imam, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagi kami.[]

#serialmanfaatramadhan_1438H

Diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Fedrian Hasmand

author
No Response

Leave a reply "Kesucian Sebelum Kecerdasan"