Menyelami Makna Musibah

No comment 79 views

InfoIslami - Menyelami makna musibah

Khutbah jumat

di Masjid Bait Quran TMII 12 oktober 2018

Oleh: Dr. H. Ahmad Badruddin

(Anggota Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kemenag RI dan Ketua Ikadi kota Depok)

 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيّدنا محمّد الأمين وبعد ،

إنَّ الحمدَ لله نحمَدُهُ ونستعينُه ونَستغفِرُهُ ونستهْديهِ ونشكُرُهُ ونعوذُ بالله مِنْ شُرورِ أنفسِنا وسيئاتِ أعمالِنا  مَنْ يَهْدِ الله فلا مُضِلّ لَهُ ومَنْ يُضلِلْ فلا هاديَ لهُ. وأشهدُ أنْ لا إلـهَ إلا الله وحدَهُ لا شريكَ لهُ ولا مثيلَ لهُ ولا ضِدَّ ولا نِدَّ لهُ جلَّ ربّي لا يُشبِهُ شيئًا ولا يُشبِهُهُ شىءٌ ولا يَحُلُّ في شىءٍ ولا ينْحَلُّ منهُ شىءٌ ليسَ كمِثْلِهِ شىءٌ وهوَ السّميعُ البَصيرُ. وأشهدُ أنَّ سيّدَنا وحبيبَنا وقائِدَنا وقُرَّةَ أعيُنِنَا قمرَ الأقمارِ محمدًا عبْدُهُ ورسولُهُ وصفيُّهُ وحبيبُهُ بلَّغَ الرّسالةَ وأدَّى الأمانةَ ونَصَحَ الأمَّةَ فجزاهُ الله عنَّا خيرَ ما جزَى نبيًّا مِنْ أنبيائِهِ. صلواتُ ربّي وسلامُهُ عليهِ وعلى إِخوانِهِ الأنبياءِ والمرسَلينَ وءالِ كلٍ وصَحْبِ كلٍ والصّالحين.

 

أمّا بعدُ فيا عبادَ الله أوصيكُمْ وأوصي نفسي بتقوَى الله العليّ العظيمِ القائلِ في محكَمِ التَّنْزيلِ:﴿وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ ﴾ [سورة البقرة

 

Beberapa hari terakhir ini kita menyaksikan banyak sekali bencana, petaka, dan musibah yg menimpa sejumlah daerah di negeri kita.

Bencana, petaka, dan musibah tsb telah menghancurkan dan meluluhlantakkan apa yg dibangun oleh pemerintah 2 priode sebelumnya di Lombok. Bahkan pada bencana dan musibah terakhir yang terjadi di kota Palu dan Donggala bukan hanya meluluhlantakkan kota tetapi jg menelan korban jiwa yg jumlahnya mencapai ribuan. Allahu Akbar...

 

Bagi org beriman, ia tidak boleh melewatkan bencana, petaka dan musibah berlalu begitu٦ saja, apalagi sampai "mati rasa" seolah-olah tdk terjadi apa-apa. Akan tetapi, ia harus mengambil i'tibar (pelajaran) mengapa bencana, petaka, dan musibah itu terjadi?

Untuk apa Allah menghadirkan bencana, petaka, dan musibah tsb?

Apa fungsi, tujuan, dan maksud dari semua ini?

 

Saudaraku, kita semua tahu apa itu mobil? Bahkan sebagian kita memilikinya. Mobil itu dibuat utk berjalan, utk mengangkut dan menghantarkan kita ke suatu tempat dengan lbh cepat. Akan tetapi bersama mesin mobil yg membuat roda berputar dan mobil berjalan; ada diciptakan "rem" tdk cukup rem depan ada jg rem belakang. Tentu rem ini bertolak belakang dengan maksud dan tujuan diciptakannya mobil tsb. Rem ini malah justru membuat mobil tsb berhenti dari berjalan.

Sampai di sini kita hrs paham bhw rem tsb berfungsi utk menghentikan jalannya mobil yg kebablasan atau melewati batas dan berpotensi menabrak sana sini! Semuanya tentu demi keselamatan kita.

 

Demikian pula manusia diciptakan utk senang dan bahagia di muka bumi:

ولكم فى الأرض مستقر ومتاع إلى حين (الاعراف:٢٤)

Lalu datanglah bencana, petaka, dan musibah tsb yg membuat kehidupan manusia terhenti sesaat atau selamanya, yang membuat kehidupan manusia menjadi kacau balau, tidak normal, dan menimbulkan duka yg mendalam.

Sampai di sini kita hrs paham bhw fungsi bencana, petaka dan musibah tsb adalah utk meng-"rem" manusia yg kebablasan, manusia yg melampaui batas utk kembali mengarahkan manusia kembali dan tetap di jalan yg benar, tdk melenceng, membahayakan diri dan org lain.

ولنذيقنهم من العذاب الأدنى دون العذاب الأكبر لعلهم يرجعون (السجدة: ٢١)

 

Ini fungsi musibah yg pertama, yaitu utk mengoreksi tindak tanduk manusia selama ini barangkali ia telah banyak durhaka kpd Allah. Maka secepatnya dia bertaubat, meminta ampun dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

 

Fungsi bencana, petaka, dan musibah yg ke-2 adalah agar manusia menyadari akan kebesaran Tuhan-nya dan "kekerdilan" dirinya.

Ketika bencana datang manusia tdk bisa berbuat apa-apa, manusia hanya pasrah, bingung dan menyadari kelemshsn dirinya. Saat itu tdk lah ada yg ia harapkan kecuali bantuan dari Tuhannya. Tuhannyalah yg menjadi satu-satunya tumpuan dan harapan.

يآأيها الناس أنتم الفقراء إلى اللَّه واللَّه هو الغني الحميد (فاطر:١٥)

 

Oleh karenanya setiap bencana, petaka, dan musibah yg menimpa manusia hrs menjadi "jalan" utk semakin dekat dg Allah.

 

Yg ke-3, fungsi musibah tsb adalah utk agar Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepada hamba-Nya yg terkena musibah tsb.

.. وأسبغ عليكم نعمه ظاهرة وباطنة (لقمان: ٢٠)

 

Salah satu nikmatnya yg "batin" menurut sebagian ahli tafsir adalah "musibah".

Musibah yg tampaknya derita dan duka namun sesungguhnya itu adalah "nikmat".

Tidak ada musibah besar yg menimpa Aisah ra. Kecuali ketika kehormatan dirinya diinjak-injak dan harga dirinya dirobek-robek oleh org-org munafik yg menuduh beliau berselingkuh atau berbuat zina!

Tetapi Allah menyatakan:

لا تحسبوه شرا لكم بل هو خير لكم..(النور: ١١)

...Janganlah engkau mengira tuduhan keji itu buruk bagimu, tetapi ia sesungguhnya baik bagimu..

Aisyah istri Rasul mulia terus bersabar dan menguatkan diri dlm kesabaran sampai Allah memuliakan dan membebaskan dirinya dari berbagai tuduhan, menyatakan dirinya sebagai wanita terbaij utk laki-laki terbaik (QS 24:26)

 

Demikian pula dg Zaid bin Haritsah. Tidak ada musibah besar yg menimpa dirinya kecuali saat ia kehilangan istrinya karena terpaksa hrs bercerai. dan saat ia kehilangan kemuliaan panggilan "Zaid bin Muhammad" karena ada larangan "tabanni"

Akan tetapi karena kesabaran dan keridaannya atas hukum dan ketetapan Allah yg terjadi dan menimpa dirinya sehingga Allah mengabadikan namanya dalam Al-Qur'an. Tidak ada sahabat nabi yg disebut namanya dlm Al-Quran selain Zaid bin Haritsah:

فلما قضى زيد منها وطرا زوجناكها...(الاحزاب:٣٧)

 

Sampai di sini saudaraku, nyatalah bhw hakikat musibah itu bagi org beriman adalah terkadang sebuah nikmat dan karunia dari Allah.

Rasul bersabda:

ما يصيب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا أذى حتى الشوكة يشاكيها إلا كفر اللَّه بها من خطاياه

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

 

Jadi jangankan gempa bumi, tsunami, dan musibah besar lainnya; sampai duri sekali pun itu ada balasan pahala yg telah Allah siapkan utk hamba-hamba-Nya yg beriman.

 

Semoga Allah memberi pelajaran yg berharga buat kita dan saudara-saudara kita yg tertimpa musibah saat ini. Allah memberikan kesabaran yg tinggi kpd mereka dan memberikan pahala yg besar serta kehidupan yg lebih baik dari sebelumnya. Aamin

 

أقول قولي هذا وأستغفر اللَّه لي ولكم

author
No Response

Leave a reply "Menyelami Makna Musibah"