Miris, Pelajar Berprestasi Internasional Jadi Buruh Kandang Ayam

312481_seorang-pelajar-peraih-medali-atletik-jadi-buruh-kandang-ayam_663_382Infoislami- Seorang pelajar yatim-piatu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pernah dipuja-puji bak pahlawan di kampungnya. Dia meraih prestasi bergengsi dalam ajang internasional Asean Primary School Sport Olympiad (APSSO) di Jakarta pada tahun 2008.

Pelajar itu bernama Umar Hasan (19 tahun), warga Desa Lonu’o, Kecamatan Tilong Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Dia menyabet delapan medali emas dari cabang atletik pada ajang olimpiade pelajar internasional itu.

Sepulang dari berlaga, Umar yang kala itu kelas enam sekolah dasar diarak keliling kota. Dia dengan bangga menunjukkan semua medali emas yang diborongnya di hadapan warga dan pejabat pemerintah setempat.

Tapi euforia itu hanya sesaat. Kini dia dilupakan. Pemerintah Kabupaten, katanya, dulu menjanjikan beasiswa untuknya. Namun tak pernah ada wujudnya hingga kini.

Begitu pula rumah yang dijanjikan Pemerintah saat itu, tak pernah diterima sampai sekarang. Dia sudah kelas tiga sekolah menengah umum.

Ayah dan ibu Umar meninggal dunia pada 2009. Sejak itu dia harus bekerja keras untuk membiayai sekolahnya dan adiknya yang sekarang kelas dua sekolah menengah pertama.

Untuk kelangsungan hidup keluarganya, sepulang dari sekolah, Umar masih harus bekerja sebagai buruh di kandang ayam dengan gaji Rp25 ribu untuk setengah hari kerja. Setelah itu dia membantu kakaknya sebagai buruh cuci pakaian dan mengumpulkan gula aren.

Umar mengakui penghasilan itu sangat kecil. Namun dia tak patah semangat untuk melanjutkan sekolah guna menggapai cita-cita menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). (HER/Infoislami/Vi)

author
No Response

Leave a reply "Miris, Pelajar Berprestasi Internasional Jadi Buruh Kandang Ayam"