Muslim Pakai Atribut Natal, Bolehkah?

No comment 188 views

sinterklasinfoislami - Muslim pakai atribut natal, bolehkah?

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wrwb

Ust. Taufik Hamim yang saya hormati, saya sering melihat di TV banyak pegawai departemen store atau panggung hiburan yang menggunakan atribut natal, mulai dari topi merah hingga janggut sinterklas. fenomena ini terus terulang setiap tahun. Sementara bisa jadi diantara mereka banyak yang beragama Islam. Karena negeri kita adalah negeri muslim. Bagaimana hukumnya seorang karyawan atau pegawai yang harus menggunakan atribut natal karena tuntutan pekerjaan ?

Terimakasih atas jawabannya

Wassalaamu’alaikum wrwb

Abdullah

Jawaban:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudara Abdullah yang disayang Allah SWT dan pengunjung lainnya yang berbahagia di mana saja anda berada.

Topi merah, janggut sinterklas, pohon natal atau atribut sejenisnya yang menjadi ciri khas natalan atau yang berkaitan dengan natalan yang sedang marak saat ini banyak digunakan dan diantara penggunanya adalah seorang Muslim atau Muslimah dengan berbagai alasan.

Memang saat ini kita saksikan terutama di TV dan di tempat lainnya seperti di Departemen Store dengan alasan sikap toleransi dengan agama teman dan sahabat kita, aturan dalam pekerjaan dan lain sebagainya. Bila toleransi sudah menyentuh ruang akidah maka seorang Muslim atau Muslimah harus bersikap tegas dan teguh dengan pendirian dan keyakinannya.

Islam sudah menggariskan tidak boleh menyerupai kaum kafir yang berkaitan dengan peribadatan mereka, dari sisi menggunakan atribut, simbol dan sejenisnya. Ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:

“من تشبه بقوم فهو منهم”.

“Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia sudah menjadi bagian mereka”. (HR. Abu Daud)

Menyerupai suatu kaum menunjukan kecenderungan, kekaguman, rasa cinta dan juga pengagungan kepada agama atau pemeluk agama tersebut, karenanya kita dilarang untuk meyerupai orang-orang kafir.

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:

”ليس منا من تشبه بغيرنا، ولاتشبهوا باليهود ولا بالنصارى”.

“Bukan dari golongan kami orang yang menyerupai selain kami, janganlah kalian menyerupai yahudi dan nasrani”. (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits ini disebutkan bukan dari golongan kami, artinya bukan dari golongan Mukmin yang benar yang memiliki izzah, kebanggaan dan kemuliaan dengan agamanya.

Dalam masalah akidah tidak ada teloransi, memang kalau kita bisa mamahami bagaimana orang-orang yahudi dan nasrani target mereka barangkali bukan secepatnya umat Islam menjadi kafir dan pindah ke agama mereka, namun bagaimana selahkah demi selangkah umat Islam mengikuti cara dan gaya mereka.

Allah SWT berfirman:

“ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم”.

“Dan orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan rela kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka”. (QS. Al-Baqarah: 120)

Rasulullah SAW bersabda:

“لتتبعن سنن من قبلكم شبرا بشبر، وذراعا بذراع، حتى لو سلكوا جحر ضب لسلكتموه”. فقلنا: يا رسول الله اليهود والنصارى؟ قال النبي: فمن؟”.

“Kalian pasti akan mengikuti langkah-langkah orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta, sampai walaupun mereka masuk ke dalam lubang biawak, kalian pun pasti akan memasukinya.” Kami (sahabat) bertanya: “Apakah yang dimaksud adalah Yahudi dan Nashara?” Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, haram hukumnya menggunakan atribut yang kami sebutkan dia atas, dengan maksud menghormati, karena pekerjaan atau perintah dari atasan atau semisalnya.

Dengan menggunakan atribut ini sedikit demi sedikit akan mengikis kebanggaan kita dengan agama Islam yang mulia ini, dan bisa jadi bila ini diabaikan akan mengikis akidah kita, na’udzu billah.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk selalu berpegang teguh kepada keyakinan dan ajaran Islam yang mulia ini. Allahu a’lam wa huwa yahdissabil.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

cropped-thUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note: Bila artikel ini bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah

author
No Response

Leave a reply "Muslim Pakai Atribut Natal, Bolehkah?"