Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Berpuasa di Bulan Sya’ban, Ini Sebabnya (2)

bulan-purnama1Infoislami - Begitu pula keutamaan shalat pada tengah malam, mengingat banyak orang yang lalai dan lupa untuk berdzikir kepada Allah pada waktu itu. Padahal Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kamu mampu menjadi termasuk orang-orang yang mengingat Allah pada saat itu, maka lakukanlah.”

Atas dasar inilah, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkeinginan untuk menunda melaksanakan shalat Isya hingga tengah malam, tetapi hal tersebut tidak beliau lakukan karena khawatir hal tersebut dapat memberatkan manusia.

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar, sedangkan para shahabat sedang menanti beliau untuk shalat Isya, beliau bersabda,

مَا يَنْتَظِرُهَا أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الأَرْضِ غَيْرُكُمْ

“Tidak ada seorang pun dari penduduk bumi yang menunggu shalat ini selain kalian.” (Muttafaq Alaih)

Di sini terdapat dalil tentang keutamaan menyendiri dalam berdzikir kepada Allah pada waktu-waktu tidak adanya orang berdzikir ketika itu.

Karena itulah dalam hal keutamaan dzikir di pasar-pasar telah diriwayatkan hadits-hadits marfu’ serta atsar mauquf, sampai-sampai Abu Shalih mengatakan, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tersenyum kepada orang yang mengingat-Nya di pasar.”

Alasannya, karena orang tersebut berdzikir dan mengingat Allah Ta’ala pada saat banyak manusia yang lalai.

Kedua, makna yang lain dalam hal puasa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pada bulan Sya’ban adalah bahwasanya pada saat itu ajal segala sesuatu dituliskan.

Diriwayatkan dengan sanad yang lemah dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia menuturkan,

“Puasa sunnah terbanyak yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah pada bulan Sya’ban, maka aku berkata, “Wahai Rasulullah, saya melihat engkau banyak puasa sunnah pada bulan Sya’ban.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya pada bulan ini, dituliskan bagi malaikat maut siapa saja yang harus ia cabut nyawanya. Dan aku tidak ingin dicatat namaku (termasuk salah satu dari orang yang meninggal dunia), melainkan aku dalam keadaan puasa.” (HR. Abu Ya’la [4911])

Hadits ini diriwayatkan pula secara mursal dan ada pula yang mengatakan, “Riwayat yang mursal ini lebih shahih.” (yr/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Berpuasa di Bulan Sya’ban, Ini Sebabnya (2)"