Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Berpuasa di Bulan Sya’ban, Ini Sebabnya

bulan-purnama1Infoislami - Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam suka berpuasa sunnah pada bulan Sya’ban melebihi dari bulan-bulan yang lain.

Tidak diragukan bahwa dalam hal ini terdapat hikmah yang banyak. Berikut ini adalah hikmah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berpuasa di bulan Sya’ban.

Pertama, Sya’ban adalah bulan yang dilupakan manusia mengingat tempatnya yang terletak antara Rajab dan Ramadhan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengisyaratkan bahwa ketika ada dua bulan agung, yaitu bulan haram (Rajab) dan bulan puasa (Ramadhan), maka manusia biasanya sibuk dengan keduanya sehingga bulan Sya’ban menjadi terabaikan.

Banyak orang menyangka bahwa puasa Rajab lebih utama daripada puasa Sya’ban karena Rajab itu bulan haram, padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Ibnu Wahb meriwayatkan,

“Muawiyah bin Shalih menyampaikan kepada kami, dari Azhar bin Sa’ad, dari ayahnya, dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia menuturkan,

“Disebutkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa orang-orang berpuasa pada bulan Rajab, maka beliau bertanya, “Di mana mereka dari bulan Sya’ban?” (HR. Abdurrazzaq)

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Orang-orang tersibukkan darinya, yaitu bulan yang ada antara Rajab dan Ramadhan”, terdapat isyarat bahwa adanya sesuatu yang sudah populer keutamaannya, berupa waktu, tempat, atau pribadi seseorang, bisa jadi sebagiannya lebih utama daripada sebagian yang lain, baik secara mutlak maupun keistimewaan yang ada padanya, dan hal tersebut tidak dipahami oleh kebanyakan orang.

Akibatnya, mereka menyibukkan diri dengan sesuatu yang sudah populer tersebut dan kehilangan kesempatan mendapatkan keutamaan sesuatu yang tidak populer di kalangan mereka.

Dalam hadits tersebut juga terdapat dalil dianjurkannya meramaikan waktu ketika manusia lalai dalam mengerjakan ketaatan padanya; karena hal tersebut dicintai Allah Ta’ala.

Sebagaimana segolongan ulama salafus-shalih memandang baik menghidupkan waktu antara Maghrib dan Isya dengan shalat sunnah. Mereka mengatakan, “Ini adalah saatnya orang-orang sedang lalai.” (yr/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Berpuasa di Bulan Sya’ban, Ini Sebabnya"