Nama-nama Bulan Rajab dan Hukum yang Terkait Dengannya (2)

bulansabit2Infoislami - Nubaisyah meriwayatkan bahwa para shahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

 “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami memberikan persembahan semasa jahiliyah – yakni pada bulan Rajab– beliau bersabda, “Sembelihlah kurban di bulan apa saja, dan berbaktilah kepada Allah, dan berikan makan (orang yang membutuhkan)(HR. Abu Dawud, An-Nasa`i, dan Ibnu Majah).

Al-Harits bin Amr bin meriwayatkan, “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam ditanya tentang Al-Fara’ dan Al-Ata`ir. Beliau menjawab,

“Siapa yang mau, silakan memberi persembahan dan siapa yang tidak mau, maka jangan melakukannya. Siapa mau, silakan menyembelih dan siapa yang tidak ingin, maka jangan melakukannya” (HR. An-Nasa’i)

Dalam hadits lain disebutkan, “Al-Atirah (sembelihan) adalah haq.(HR. An-Nasa’i)

Abu Razin meriwayatkan,

“Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, dulu di masa jahiliyah, kami menyembelih hewan-hewan sembelihan – yakni pada bulan Rajab- lalu kami makan dan memberi makan orang yang datang kepada kami?’

Beliau bersabda, “Tidak masalah dengan hal itu” (HR. An-Nasa`i)

Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma meriwayatkan,

Orang-orang Quraisy meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk melakukan Atirah (penyembelihan), maka beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka,

“Sembelihlah seperti yang dilakukan pada masa jahiliyah, tetapi siapa dari kalian yang mau menyembelih karena Allah, lalu makan darinya dan bersedekah, maka lakukanlah(HR. Ath-Thabarani)

Para ulama menggabungkan antara hadits-hadits yang membolehkan atirah dengan hadits yang berbunyi “Tidak ada Fara’ dan tidak ada pula Atirah.” Bahwa hal yang dilarang adalah apa yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah, yaitu menyembelih untuk selain Allah.

Sufyan bin Uyainah Rahimahullah berpendapat bahwa maksud hadits ini adalah meniadakan kewajiban untuk melakukan Atirah.

Di antara ulama, ada yang mengatakan bahwa hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu (tentang larangan melakukan Atirah) lebih shahih daripada hadits-hadits yang memperbolehkan sehingga yang harus diterapkan adalah hadits yang menerangkan larangan daripada hadits-hadits lain yang membolehkan. Ini adalah madzhab Imam Ahmad.

Mubarak bin Fudhalah meriwayatkan dari Al-Hasan, ia berkata,

“Dalam Islam, tidak ada atirah, sesungguhnya atirah itu hanya ada pada masa jahiliyah. Salah seorang dari orang-orang tersebut puasa pada bulan Rajab dan menyembelih (atirah).” (yr/infoislami)

Tags:
author
No Response

Leave a reply "Nama-nama Bulan Rajab dan Hukum yang Terkait Dengannya (2)"