Nama-nama Bulan Rajab dan Hukum yang Terkait Dengannya (3)

bulansabit1Infoislami - Penyembelihan pada bulan Rajab serupa dengan menjadikannya sebagai musim untuk melakukan ketaatan dan hari raya, seperti memakan manisan dan sejenisnya. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma bahwa ia tidak suka menjadikan Rajab sebagai hari raya.

Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ibnu Juraij, dari Atha`, ia berkata, “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang untuk puasa pada seluruh bulan Rajab agar ia tidak dijadikan sebagai hari raya.”

Diriwayatkan dari Ma’mar, dari Ibnu Thawus, dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Jangan kamu menjadikan satu bulan sebagai hari raya atau satu hari sebagai hari raya” (HR. Abdur Razzaq)

Berdasarkan kepada hukum asalnya, kaum muslimin tidak boleh menjadikan hari raya selain yang dituntun oleh syariat, yaitu Idul Fitri, Idul Adha, hari-hari Tasyriq.

Ini adalah hari raya tahunan dan juga hari Jumat yaitu hari raya mingguan. Adapun selain itu, maka menjadikan suatu bulan atau satu hari sebagai hari raya adalah bid’ah, dan tidak memiliki landasan hukum dalam syariat.

Dalam hal ini terdapat bantahan bagi orang yang melakukan bid`ah dalam agama Allah dengan sesuatu yang bukan berasal darinya, yaitu hari raya yang tidak sesuai syariat. Seperti merayakan tahun baru hijriyah, maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, malam Nishfu Sya’ban, Lailatul Qadar, dan perayaan lainnya yang bersifat bid’ah.

Apalagi, ikut serta bersama kaum Nashrani dalam perayaan mereka seperti perayaan tahun baru Masehi. Kepada mereka yang melakukan ini, kami katakan hadits Nabi yang berbunyi, “Siapa yang mengada-adakan dalam urusan agama kami ini apa yang bukan berasal darinya, maka ia tertolak.” (Latha`if Al-Ma’arif /yr/infoislami).

Tags:
author
No Response

Leave a reply "Nama-nama Bulan Rajab dan Hukum yang Terkait Dengannya (3)"