Polio Kembali ke Eropa, Mewabah di Ukraina

polio-_140512131809-849

infoislami - JENEWA - Dua bocah di Ukraina barat daya lumpuh akibat polio, wabah pertama penyakit itu di Eropa sejak 2010.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (2/9) menyatakan Ukraina dalam bahaya tertentu wabah itu karena cakupan vaksinasi tidak memadai. Pada 2014, hanya 50 persen dari anak-anak diimunisasi lengkap terhadap polio dan penyakit lain yang sebenarnya dapat dicegah.

Bahaya penularan lebih lanjut dalam negara cukup tinggi, meskipun ancaman pada negara terdekat, Rumania, Polandia, Hungaria dan Slovakia rendah.

Tidak ada obat untuk polio. Polio menyerang tata saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan dalam beberapa jam setelah terpapar. Penyakit itu terutama menimpa anak-anak di daerah dengan kebersihan buruk.

Upaya vaksinasi sedunia sebagian besar mengusir virus itu, dengan hanya Pakistan dan Afghanistan melaporkan penderita terjangkit virus polio liar pada tahun ini. Madagaskar dan Nigeria menderita wabah akibat kekurangan vaksin, seperti Ukraina.

Vaksin minum mengandung virus hidup sangat lemah dan dianggap sangat aman dan berhasil dalam mencegah penyakit itu.

Tapi, anak-anak terimunisasi mengeluarkan vaksin itu dan dalam sekitar 12 bulan virus tersebut dapat bermutasi di lingkungan itu dan mulai menyebabkan kelumpuhan lagi pada anak-anak tidak divaksinasi.

"Itu penyakit rawan wabah. Virus itu sangat pintar dalam menemukan anak-anak rentan," kata Oliver Rosenbauer, juru bicara departemen pemberantasan polio WHO.

Ia menyatakan dua penderita di Ukraina itu berusia empat tahun dan 10 bulan.

Ukraina, tempat sengketa pasukan pemerintah dengan pemberontak di timur sejak April 2014, sudah menyingkirkan virus polio liar sejak 1996.

Turki adalah negara terakhir di Eropa tempat polio mewabah, tapi menyingkirkan penyakit itu sejak 1999. Wabah terakhirnya di Eropa adalah pada 2010, sesudah virus itu didatangkan dari Tajikistan ke Rusia yang menyebabkan 14 penderita. (gzo/rol/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Polio Kembali ke Eropa, Mewabah di Ukraina"