Puasa: Program Pemantasan Kepemimpinan

No comment 186 views

InfoIslami - Penulis: Dr. Fahmi Islam Jiwanto, MA

Serial Manfaat Ramadhan

Manfaat Pertama

Puasa: Program Pemantasan Kepemimpinan

Kebijaksanaan Allah SWT memastikan penyebutan hukum puasa di dalam Surah Al-Baqarah, satu-satunya surah yang mengandung pemberitahuan Allah bahwa Dia akan menjadikan Adam AS sebagai khalifah di bumi. Bahkan ada ulama masa kini yang menamakan Surah Al-Baqarah sebagai Surah Al-Khilafah. Bukanlah kebetulan bahwa kebanyakan hukum syariat disebutkan dalam surah yang merupakan puncak Al-Quran ini, demikianlah dinamakan oleh Nabi SAW.

Puasa merupakan program pemantasan yang mengangkat manusia ke tingkatan kepemimpinan di bumi. Pasalnya, syarat pertama kepemimpinan adalah kemampuan mengendalikan dan menundukkan rongrongan hawa nafsu. Orang yang belum merdeka dari penjajahan hawa nafsu belumlah pantas mengemban tanggung jawab apa pun dan sangatlah jauh dari arti kepemimpinan.

Puasa yang memantaskan orang untuk memimpin bukanlah sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seks saja. Sebab, itu adalah puasa orang umum (al-‘awwam) – demikianlah dinamakan oleh Imam Al-Ghazali. Namun, orang khusus (al-khashsh) yang berhak atas kepemimpinan di bumi adalah mereka yang menundukkan gejolak pikirannya dan menentang syahwatnya. Mereka pun menahan diri dari segala yang diharamkan oleh Allah serta bersegera dalam ibadah wajib dan sunah. Hanya saja, para pemimpin mulia yang memegang kepemimpinan dunia dan akhirat adalah mereka yang menjaga hatinya dari segala hal selain Allah. Mereka bahkan menjaga diri dari lintasan pikiran yang tidak membuat Allah ridha. Mereka pun memurnikannya untuk Allah dalam setiap pikiran yang terlintas di benaknya. Mereka juga membetulkan niat dalam segala ucapan dan perbuatan. Inilah tingkatan yang ditunjukkan oleh Rasul SAW dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda:

استحيوا من الله حق الحياء

“Malulah terhadap Allah dengan benar-benar malu.”

Kami berkata, “Wahai Rasulullah, kami malu, alhamdulillah.” Beliau menukas, “Bukan begitu. Namun, malu terhadap Allah dengan benar-benar malu adalah engkau menjaga kepala beserta apa yang dipikirkannya, juga perut beserta apa yang dikandungnya, dan hendaklah engkau mengingat kematian serta bencana, pun orang yang menghendaki akhirat pasti meninggalkan perhiasan dunia. Barangsiapa melakukan itu maka dia malu terhadap Allah dengan benar-benar malu.”

Puasa mengklasifikasikan tiga macam orang: orang yang menyembah Allah dengan penyembahan ala sahaya. Berikutnya adalah orang yang menyembah-Nya dengan penyembahan ala pedagang. Sedangkan para pemimpin adalah mereka yang menyembah-Nya dengan penyembahan ala orang merdeka. Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al-Bidayah Wan-Nihayah, juga Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, serta Ibnul Jawzi dalam Shifah Ash-Shahwah dari Ali bin Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib bahwa dia berkata, “Sesungguhnya sekelompok orang menyembah Allah lantaran takut, itulah penyembahan ala sahaya. Yang lain menyembah Allah lantaran hasrat, itulah penyembahan ala pedagang. Yang lain menyembah Allah lantaran cinta dan rasa syukur, itulah penyembahan ala orang merdeka dan orang pilihan.

Inilah salah satu buah Surah Al-Baqarah. Ialah surah yang memantaskan orang untuk memimpin. Orang yang menunaikan hak surah ini serta mengamalkan isinya adalah pemimpin kaum. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah mengirim suatu pasukan berjumlah banyak. Beliau pun meminta masing-masing mereka membaca hafalan Al-Qur`annya. Setibanya giliran salah satu orang yang berusia paling muda, beliau bertanya, “Apa yang kauhafal, wahai fulan?” Dia menjawab, “Aku hafal ini, itu, dan Surah Al-Baqarah.” Beliau bertanya, “Apakah engkau hafal Surah Al-Baqarah?” Dia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, pergilah sebagai pemimpin mereka.”

Semoga Allah memberi kita semua petunjuk ke jalan yang benar.[]

Makkah, 1 Ramadhan 1438 H

Diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Fedrian Hasmand

author
No Response

Leave a reply "Puasa: Program Pemantasan Kepemimpinan"