Rahasia Bahasa Arab sebagai Bahasa Dakwah Pertama

Flicker-Arabic_AlphabetInfoIslami - Kebijaksanaan Allah SWT menetapkan agar bahasa Arab menjadi alat pertama untuk menerangkan firman Allah SWT dan menyampaikannya kepada semua orang. Tentu saja ini terkait erat dengan kenyataan bahwa Nabi Muhammad SAW, sang Penutup para nabi dan rasul, memang seorang Arab, dan sepanjang hidupnya beliau berada di lingkungan bangsa Arab, di negeri Hijaz. Namun, apakah hanya itu satu-satunya alasan, ataukah ada rahasia di balik kenyataan ini?

Ternyata, jika kita memperhatikan karakteristik bahasa-bahasa di dunia lalu kita bandingkan antara semuanya dan bahasa Arab, niscaya kita menemukan bahwa bahasa Arab jauh lebih istimewa daripada karakteristik semua bahasa itu. Keistimewaan tersebut antara lain:

Pertama, bahasa Arab standar (fush-ha), yang merupakan bahasa Al-Qur`an, menimbulkan bunyi yang enak dan renyah didengar telinga. Banyak sekali orang nonarab yang tertarik mendengar lantunan ayat Al-Qur`an, syair bahasa Arab, ataupun dialog bahasa Arab sehari-hari, padahal mereka belum mengetahui artinya. Ini seperti yang dialami oleh seorang wanita Eropa saat mendengar Sayyid Quthb berkhutbah Jumat dengan bahasa Arab di atas kapal dalam suatu pelayaran. Ketertarikan itu pun membuat orang nonarab berminat mempelajari bahasa Arab, dan pada gilirannya mempelajari Islam.

Kedua, bagi orang Arab sendiri, yang tentunya sangat paham bahasa Arab, apalagi yang menekuni sastra Arab, pengaruh bacaan Al-Qur`an baginya jauh lebih besar daripada orang nonarab. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan masuk Islamnya Umar bin Al-Khaththab RA segera setelah membaca hanya 10 ayat Surah Tha Ha saja. Padahal, sebelum itu ia sudah siap lahir batin untuk membunuh Rasulullah SAW.

Ketiga, aksara bahasa Arab (hija`iyyah) terbilang ringkas tetapi sempurna. Untuk mengungkapkan isi hati dan pikiran dalam bentuk tulisan, bahasa Arab hanya memerlukan 28 huruf saja (dari alif sampai ya`). Sementara bahasa Cina dan Jepang memerlukan ribuan gambar (bukan sekadar huruf) untuk mengungkapkannya. Tidak heran bahwa banyak orang Cina atau Jepang yang hingga akhir hayatnya tidak mampu menghafal semua aksara tersebut. Hanya mereka yang berpendidikan tinggi saja yang sanggup melakukannya. Di samping itu, bentuk aksara bahasa Arab sangat sederhana jika dibandingkan dengan aksara Cina dan Jepang yang berupa goresan-goresan yang rumit tak ubahnya lukisan. Ini membuat aksara Arab sangat mudah dikuasai, bahkan oleh kanak-kanak sekalipun.

Keempat, huruf hija`iyyah dapat mewakili setiap bunyi ucapan bahasa Arab secara pasti dan tetap (konsisten), tidak seperti - misalnya - bahasa Inggris. Sebagai contoh, dalam bahasa Inggris ada kata tear (air mata) dan bear (beruang) yang secara fisik hanya berbeda satu huruf di muka, tetapi cara membacanya jauh berbeda. Karena itulah kamus Inggris masih memerlukan simbol fonetik  \ˈtir\ untuk mengucapkan kata tear, dan \ˈber\ untuk mengucapkan kata bear. Sedangkan bahasa Arab tidak perlu simbol fonetik guna memastikan bagaimana suatu kata diucapkan, karena setiap hurufnya sudah melambangkan suatu bunyi secara pasti dan tetap.

Masih banyak keistimewaan lainnya. Namun, keempat keistimewaan tersebut sudah cukup untuk membuat bahasa Arab mudah diterima dan gampang dipelajari oleh segala bangsa. Inilah faktor yang menyebabkan negeri-negeri yang ditaklukkan oleh Islam lekas sekali berubah menjadi negeri berbahasa Arab. Contohnya adalah Mesir (negerinya bangsa Qibti) yang ditaklukkan pada era Khulafaur Rasyidin, dan Al-Maghrib (negerinya bangsa Berber) yang ditaklukkan pada era Kekhalifahan Bani Umayyah. Keduanya sudah menjadi negeri berbahasa Arab dengan begitu cepatnya, hingga detik ini. Belum lagi Sudan, Mauritania, dan beberapa negara lain di benua Afrika.

Memang, banyak pula bangsa yang memeluk Islam tetapi tidak kunjung berbahasa Arab. Namun, faktanya mereka menyerap banyak sekali kosa kata bahasa Arab ke dalam bahasa mereka. Contohnya adalah bangsa Persia, Turki, dan Indonesia.

Dengan semua kenyataan ini, pantaslah jika bahasa Arab ditakdirkan sebagai bahasa dakwah pertama kaum Muslimin. (dgon/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Rahasia Bahasa Arab sebagai Bahasa Dakwah Pertama"