Rahasia Dakwah dari Semenanjung Arab

world-mapInfoIslami – Selain karena keistimewaan Makkah di Semenanjung Arab sebagai tempat kelahiran dan kenabian Rasulullah Muhammad SAW, ada rahasia lain kenapa dakwah Islam pertama-tama dimulai dari kawasan tersebut. Yakni, letak geografisnya yang memudahkan kaum Muslimin (mula-mula bangsa Arab) untuk memikul beban dakwah. Sebab, kawasan ini terletak di tengah-tengah di antara berbagai umat di sekelilingnya.

Sebagai sebuah semenanjung, tentu saja ketiga sisinya (timur, selatan, dan barat) dikelilingi oleh perairan, sementara sisi keempatnya (utara) terhubung dengan kawasan daratan lain. Di timur, yang berbatasan langsung dengan Semenanjung Arab adalah Teluk Persia. Di selatannya ada Laut Arab. Di baratnya ada Laut Merah. Dan, di utaranya ada negeri Syam, Al-Jazirah (Mesopotamia), dan Irak.

Lebih jauh, di seberang Teluk Persia terdapat pulau Bahrain dan – tentu saja – negeri Persia. Di seberang Laut Merah ada negeri Mesir, Nubia (Sudan sekarang), dan Abyssinia (Habasyah: Ethiopia dan Somalia sekarang). Sementara lebih jauh ke utara (setelah melewati negeri Syam) terdapat negeri Rum (Anatolia, Asia Kecil/Minor: Turki sekarang).

Perjalanan dakwah Islam pada permulaan sejarah Islam dan era Khulafaur Rasyidin memperlihatkan bahwa setelah negeri Syam ditaklukkan maka Mesir dan negeri Al-Maghrib (Libya, Tunisia, Aljazair, dan Maroko sekarang) tinggal menunggu giliran. Begitu pula halnya negeri Rum, Arman (Armenia) dan Azerbaijan. Pun, setelah Al-Jazirah, Irak, dan Persia ditaklukkan, maka penaklukan negeri Khurasan, Ma Wara`an-Nahr (Transoxiana, Asia Tengah), Turkestan Timur, Afghanistan, Sindh (Pakistan sekarang), dan Hindustan (India sekarang) hanya soal waktu saja.

Tidak berapa lama kemudian, dakwah berlanjut dari negeri Al-Maghrib menyeberang ke Al-Andalus (Semenanjung Iberia, Spanyol dan Portugal sekarang, di benua Eropa), juga ke berbagai wilayah di benua Afrika. Dari negeri Rum, dakwah berlanjut menyeberang ke Konstantinopel (Istambul sekarang, di benua Eropa). Dari negeri Hindustan, dakwah berlanjut ke Nusantara (Indonesia sekarang, Semenanjung Malaka, Indocina, dan kepulauan Filipina).

Semua fakta tersebut membuktikan betapa strategisnya posisi Semenanjung Arab. Begitu memudahkan penyebaran dakwah Islam sampai ke seluruh bangsa dan negara, sehingga kita beruntung – alhamdulillah – bisa menjadi kaum Muslimin.

Petikan pelajaran yang bisa diambil adalah hendaknya pusat dakwah didirikan di setiap lokasi yang strategis, sehingga memudahkan komunikasi dan jangkauan ke segala penjuru. Tidaklah salah ungkapan bahwa posisi menentukan prestasi. (dgon/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Rahasia Dakwah dari Semenanjung Arab"