Rahasia Kemunculan Nabi Muhammad SAW di Makkah

makkah-old

InfoIslami – Fakta bahwa Hijaz merupakan negerinya orang-orang yang ummiyy (tidak pandai baca tulis) serta relatif minim dari pengaruh kepercayaan-filsafat Romawi dan Persia ternyata bukan satu-satunya alasan kenapa daerah itu dipilih sebagai tempat kemunculan Islam. Rahasia lainnya adalah karena di sana terdapat sebuah kota nan istimewa, Makkah, yang notabene kota kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Keistimewaan kota Makkah terletak pada asal-usulnya, yakni peristiwa terbitnya mata air Zamzam melalui perantaraan Siti Hajar, istri Ibrahim AS, yang ditempatkan oleh sang suami – berdasarkan perintah Allah SWT – di lembah yang mula-mula gersang itu, hanya berdua saja dengan bayinya. Dan, sebagai kelanjutannya, dibangunlah Kakbah di tempat ini oleh Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS. Inilah bangunan pertama yang didirikan oleh manusia untuk beribadah serta menegakkan simbol-simbol agama. Kemudian, melalui pensyariatan ibadah haji, Allah SWT menjadikan Tanah Suci Makkah (Baitul Haram) sebagai tempat berkumpul manusia sekaligus tempat yang aman.

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. (Al-Baqarah: 125)

Keistimewaan in juga diakui oleh kitab suci selain Al-Qur`an. Misalnya, Alkitab Perjanjian Lama yang ada pada zaman sekarang ini masih memuat kata “lembah Bakkah” ( = Makkah).
Di lembah itulah dakwah Ibrahim AS menuai keberhasilan, sehingga keturunannya di sana (keturunan Ismail AS), sampai zaman diutusnya Nabi Muhammad SAW berabad-abad kemudian, masih mengenal baik tradisi agama hanifiyah yang dibawa oleh sang Bapak Para Nabi, meskipun banyak di antaranya sudah dikacaukan oleh penyesatan kaum penyembah berhala.
Dari sinilah jelas terlihat keterhubungan antara Islam dan agama hanifiyah tersebut. Ini sekaligus menunjukkan bahwa syariat Musa AS, syariat Isa AS, dan syariat Muhammad SAW berasal dari satu sumber yang sama. Memang, ketiga nabi itu adalah keturunan sekaligus pewaris Ibrahim AS. Ini sebagaimana diisyaratkan dalam Surah At-Tin:

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Makkah) yang aman ini... (At-Tin: 1-3)

Ada ahli tafsir yang menerangkan bahwa buah Tin tumbuh di negeri Syam, tempat dakwah Nuh AS (rasul yang pertama). Buah Zaitun tumbuh di negeri Kanaan (Palestina, termasuk Al-Quds), tempat kelahiran dan dakwah Isa AS. Bukit Sinai adalah tempat Musa AS menerima wahyu untuk pertama kali. Sementara kota Makkah yang aman ini adalah tempat kelahiran dan kenabian Muhammad SAW. Jadi, tidak ada missing link sejak syaikhul-mursalin (sesepuh para rasul, Nuh AS) hingga khatamul anbiya`i wal-mursalin (penutup para nabi dan rasul, Muhammad SAW). Wajarlah jika kawasan yang penuh berkah ini menjadi tempat kelahiran Islam, syariat pamungkas. (dgon/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Rahasia Kemunculan Nabi Muhammad SAW di Makkah"