Rahasia Negeri Hijaz Sebagai Tempat Kelahiran Islam

cache_22192763InfoIslami - Kenapa negeri Hijaz mendapat kehormatan untuk menjadi tempat kelahiran dan kemunculan Nabi Muhammad SAW? Kenapa bangsa Arab menjadi "kakak"bagi segenap umat Islam, yang mengantarkan Islam kepada dunia, dan mengajak dunia kepada Islam, sehingga kini Allah SWT disembah oleh manusia dari ujung dunia timur hingga barat? Kenapa Islam tidak muncul di Persia atau Romawi saja, yang merupakan pemuncak peradaban pada zaman itu?

Dalam menjawab pertanyaan di atas, ada yang berpendapat bahwa peradaban Romawi dan Persia sudah terlalu jauh menyeleweng, sehingga susah diperbaiki, sulit diobati, dan berat untuk diarahkan. Malah, mereka membangga-banggakan kerusakan mereka, yang justru mereka anggap sebagai kemajuan dan kebaikan. Sedangkan bangsa Arab, yang masih berada di tahap pencarian jati diri, tidak mengingkari kebodohan mereka sendiri, dan tidak mengaku-ngaku punya kemajuan, ilmu, dan peradaban apa pun, sehingga lebih mudah diobati dan lebih gampang diarahkan.

Sepintas lalu pendapat di atas terasa benar. Namun, terasa pula bahwa pendapat itu mengandung sikap "cari mudahnya saja". Padahal, Allah SWT Yang Mahakuasa tentulah tidak memilih yang gampang-gampang saja. Bagi Allah, segala hal adalah mudah. Jika Dia menghendaki sesuatu, apa pun itu, pastilah terwujud. Seandainya Allah berkehendak menjadikan negeri Persia atau Romawi sebagai tempat kelahiran dan kemunculan sang Penutup Para Nabi, tentulah Dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya di sana, seperti aneka sarana dan faktor yang telah Dia sediakan di negeri Hijaz. Jadi, semua itu tidaklah sulit bagi Sang Pencipta.

Mencermati keadaan bangsa Arab di negeri Hijaz sebelum Islam datang (sebelum tahun 609 M), begitu pula keadaan aneka bangsa lain di sekitarnya pada waktu itu, Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dalam Fiqhus-Sirah-nya menarik kesimpulan. Ia berpendapat bahwa rahasia dipilihnya negeri Hijaz sebagai tempat kelahiran Islam, adalah agar manusia tidak meragukan kenabian Muhammad SAW, agar tidak banyak faktor peragu-raguan yang menutupi kebenaran dakwah sang Rasul.

Penjelasannya, negeri Persia dan Romawi ramai-sesak oleh berbagai aliran keagamaan dan filsafat, di samping agama utama mereka, Kristen dan Majusi. Andaikan Islam diturunkan di Persia atau Romawi, tentulah sudah banyak tangan yang menuding bahwa Islam merupakan sintesis dari aneka agama, aliran kepercayaan, dan filsafat yang ada di kedua negara adidaya tersebut, pastilah banyak lidah mengejek Al-Qur`an sebagai kitab jiplakan, dan sudah barang tentu ramai orang menuduh bahwa Nabi Muhammad SAW mencontek berbagai sumber spiritual di kanan-kirinya.

Selain itu, rata-rata orang Persia dan Romawi sudah "melek huruf" sehingga siapa saja mudah untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan lewat tulisan. Sedangkan bangsa Arab, khususnya di Hijaz, rata-rata masih "buta huruf", bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri adalah seorang ummiyy (tidak pandai baca tulis). Budaya orang Arab-Hijaz adalah budaya dengar-tutur, bukan budaya baca-tulis.

Marilah kita simak firman Allah SWT yang menerangkan rahasia ini:

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (Al-Jumu'ah: 2)

Ayat ini menjelaskan kebijaksanaan Allah SWT (hikmah Ilahi) dalam memilih negeri Hijaz sebagai tempat munculnya Islam, syariat pamungkas-Nya. Wallahu a'lam. (dgon/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Rahasia Negeri Hijaz Sebagai Tempat Kelahiran Islam"