Rahasia Silsilah Keturunan Nabi SAW dari Quraisy

sijra-e-nasab

InfoIslami – Kesohoran dan kemuliaan Quraisy di kalangan Arab saat Nabi Muhammad SAW diutus sudah bukan rahasia lagi. Allah SWT memang mengutamakan suku yang paling terhormat di Arab itu daripada semua suku lain. Hal ini jelas kita lihat dari sabda Nabi SAW:

“Aku adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib. Sesungguhnya Allah menciptakan manusia, kemudian membuat mereka menjadi dua kelompok, lantas Dia menjadikanku di dalam kelompok yang terbaik. Lalu Dia membuat mereka menjadi suku-suku, lantas Dia menjadikanku di dalam suku terbaik mereka (Quraisy). Selanjutnya Dia membuat mereka menjadi rumah-rumah, lantas Dia menjadikanku di dalam rumah mereka yang terbaik anggotanya (Bani Hasyim).” (HR At-Tirmidzi)

Namun, bukanlah itu alasan utama kenapa Allah SWT menakdirkan nabi dan rasul terakhir-Nya berasal dari suku Quraisy. Lagi pula, pada hakikatnya, justru Quraisy lah yang mendapatkan kehormatan besar dengan dialamatkannya Rasulullah SAW kepada suku itu. Bukan sebaliknya. Bahkan, berkat Al-Qur`an yang beliau bawa, suku Quraisy mendapat kehormatan sekaligus keuntungan dengan diabadikannya logat mereka dalam bacaan Kitab Suci pamungkas tersebut, sehingga sampai detik ini logat mereka bertahan menjadi bahasa Arab standar (fush-ha).

Sebenarnya, alasan dimunculkannya sang Penutup para nabi dan rasul dari kalangan Quraisy adalah karena nyaris semua kabilah Arab memiliki kekerabatan, hubungan keturunan, atau perbesanan dengan suku Quraisy. Kabilah-kabilah Arab yang memiliki hubungan silsilah keturunan dengan Nabi Muhammad SAW antara lain: Nazar, Ilyas, Mudhar, Kinanah, Khuzaimah, An-Nadhr, Milkan, Hidal, Abdu Manat, Murrah, Mudlij, Syanzhir, Bani Ar-Rasyid, Malik, Badad, Bakr, Amir, Fihr, Ghalib, Al-Harits, Dhabah, Muharib, Laits, Ad-Di`l, Dhamrah, Al-Arbah, Mabdzul, Ma’an, Qamar, Judzaimah, Uhaib, Hilal, Ka’ab, Bani Al-Mulawwih, Syaja’, Qais Aylan, Aturah, Janda’, Sa’ad, Ghirah, Humais, Juda, Auf, Lu`ayy, Taym, Mushish, Sahm, Jumh, Adiyy, Hasl, Mu’ish, Nazar, Asad, Kilab, Surir, Al-Qalmas, Yaqzhah, Zuhrah, Du’ma, Namarah, Rabi’ah, Akk, Ma’ad, Hudzail, Tsa’labah, Lihyan, Al-Ghauts, Ya’fu, Al-Hawn, Al-Hakam, Mulaih, Kahil, Rudan, Tamim, Aslam, Al-Ghauts, Jandalah, Ghathafan, Adhal, Sawa`ah, Nashr, Jusym, Sha’sha’ah, Buhsyah, Khashfah, Muharib, Dara, Qathi’ah, Kindah, Zudah, Syamkh, Jayb, Hujair, Kharijah, Uqbah, Abdu Qays, Khunais, Khunafah, Uwaij, Razah, Jud’an, Khuwailid, Tuwait, Al-Aswad, Nufail, Qahthan, Khats’am, Bajilah, Madzhaj, Thayyi`, dan Lakhm.

Banyak sekali, bukan? Bayangkan bahwa mereka semua tergolong sebagai "saudara" Rasulullah SAW. Itu pun belum termasuk kabilah Aus dan Khazraj di Madinah, yang masih terhitung paman-paman Rasulullah SAW dari pihak ibunya, Aminah.

Fakta inilah yang dimaksud dengan firman Allah SWT:

“... seorang rasul dari kaummu sendiri...” (At-Taubah: 128)

Ibnu Abbas menafsirkannya, “Kalian telah ‘melahirkan’ beliau, wahai bangsa Arab, karena setiap kampung Arab telah ‘melahirkan’ beliau. Setiap desa Arab pasti memiliki kekerabatan dan perjanjian dengan Quraisy.”

Rahasia ini juga diisyaratkan dalam firman Allah SWT kepada Rasulullah SAW:

Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". (Asy-Syura: 23)

Dalam menafsirkan ayat ini, beliau bersabda, “Agar kalian menghubungkan tali kekerabatan antara aku dan kalian; kalian menyayangiku karena kekerabatanku; dan kalian melindungiku demi itu. Jika kalian tidak melindungiku demi apa yang kubawa ini maka lindungilah aku demi kekerabatan denganku.”

Dengan demikian, kenyataan ini menjadi salah satu faktor yang mempermudah penyebaran Islam di tengah bangsa Arab, baik di Makkah, Madinah, maupun daerah lainnya di seantero Semenanjung Arab. (dgon/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Rahasia Silsilah Keturunan Nabi SAW dari Quraisy"