Resensi Buku Kenapa Umat Islam Tertinggal

Syakib

InfoIslami - Judul: Kenapa Umat Islam Tertinggal

Pengarang: Syaikh Syakib Arslan

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Tebal: 216 halaman

ISBN: 978-979-592-623

Buku Kenapa Umat Islam Tertinggal ini sebenarnya merupakan jawaban Syakib Arslan atas pertanyaan Muhammad Basyuni Imran, Imam Kerajaan Melayu Sambas, pada tahun 1929:

1. Mengapa Muslim Jawa dan Melayu lemah dan tertinggal di bidang keduniaan sekaligus keagamaan?

2. Mengapa Eropa, Amerika, dan Jepang maju begitu pesat? Dan, mungkinkah umat Islam meraih kemajuan seperti mereka?

Dalam menjawab kedua pertanyaan tersebut, Penulis menggunakan gaya pidato berapi-api yang membakar semangat pembaca. Mulai dari prolog hingga epilognya, nuansa ghirah keislaman terasa begitu kental dalam buku setebal 216 halaman ini. Kegemasan dan kegeraman Syakib Arslan ihwal ketidakberdayaan umat Islam jelas terpantul dari nada bicaranya.

Kendati terkesan emosional, Penulis tidak lupa melandasi argumentasi dan ilustrasinya dengan ayat-ayat Al-Qur`an. Semuanya begitu pas, sehingga membuat pembaca tersentak dan merasa seolah-olah baru pertama kali mendengar ayat-ayat suci itu.

Syakib Arslan mula-mula mengajak pembaca untuk sedikit bernostalgia tentang kejayaan kaum Muslimin di masa silam. Selanjutnya ia membandingkan antara generasi Muslim awal dan generasi belakangan; membandingkan antara kerja keras Eropa dan usaha umat Islam; juga membandingkan antara kesetiakawanan Eropa dan solidaritas kaum Muslimin.

Buku ini membeberkan pula beberapa penyakit kronis yang menjadi biang keladi kemunduran kaum Muslimin. Tidak kurang dari enam faktor ketertinggalan umat Islam diuraikan dengan gamblang oleh Penulis.

Yang disorot berikutnya oleh Syakib Arslan adalah “duri dalam daging” yang paling bertanggung jawab atas keterpurukan dan keterbelakangan kaum Muslimin, yaitu kaum jumud dan kaum ingkar. Perincian tentang kedua kelompok dalam tubuh umat Islam itu bisa ditemukan pada Bagian III buku ini.

Penulis menutup risalah ini dengan mengingatkan tentang bagaimana majunya peradaban Islam dahulu; bagaimana Eropa bisa bangkit mengejar ketertinggalannya; dan bagaimana Jepang bisa maju dan menyaingi Eropa dalam tempo lima puluh tahun saja. Ia juga mengingatkan bahwa proyek-proyek peradaban “kecil” oleh Raja Abdul Aziz bin Su’ud di Arab Saudi dan Muhammad Thal’at Pasha Harb di Mesir mengindikasikan bahwa sebenarnya umat Islam dapat bangkit dan maju, asalkan punya kemauan dan tekad, serta mau bekerja keras.

Satu lagi keunggulan buku berukuran sedang ini adalah kata pengantar dan catatan kaki dari Syaikh Muhammad Rasyid Ridha, di samping dari Syakib Arslan sendiri. Semua catatan itu kian melipatgandakan gizi buku ini sekaligus menegaskannya sebagai salah satu buku pegangan bagi arus kebangkitan Islam. (fedisays/dgon/infoislami)

author
No Response

Leave a reply "Resensi Buku Kenapa Umat Islam Tertinggal"