Sang maestro arsitektur masjid di Indonesia

achmad nu'manInfoIslami - Mungkin tidak banyak orang yang mengenal siapa Ir. H. Achmad Noe’man, tetapi bagi kalangan praktisi arsitektur nama beliau sudah tidak asing lagi, karena selain sebagai seorang arsitek senior beliau juga salah satu pendiri Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

 Ir. H. Achmad Noe’man seorang pria kelahiran Garut, 10 Oktober 1926 dikenal sebagai seorang yang mempunyai Karakter tenang dan sangat bersahaja, cara berbicara yang sangat halus dan selalu menjaga nilai atau ajaran islam, dalam setiap tingkah lakunya menggambarkan bahwa Achmad Noe’man sebagai sosok seorang arsitek yang dikenal di kalangan komunitas arsitektur sebagai sosok seorang Muslim yang taat. Dari pembawaannya inilah kemudian sedikit banyak berperan dalam kehidupan ber-arsitektur dan mulai dipercaya orang sebagai pakar Arsitektur Masjid dan Arsitektur yang islami.

karya-karyanya selalu dihadirkan dengan pedoman nilai-nilai islam yang tinggi tanpa harus meninggalkan nilai estetis. Keindahan pada setiap karyanya selalu tampak dan bisa dinikmati oleh orang yang menyaksikannya.

 Merasa terpanggil oleh hati nuraninya sebagai seorang muslim Achmad Noe’man berusaha menjadi seorang arsitek yang bisa membela agamanya dalam bidang arsitektur, dan beliau menyebutkan bahwa ber-Arsitektur bukan hanya berfikir bagaimana menghasilkan sebuah karya rancangan agar terbangun, tapi lebih memikirkan bagaimana berkarya yang semuanya diniatkan untuk Tuhan tanpa harus mengesampingkan kebutuhan dan keinginan klien.

Beliau selalu mencoba mengajarkan nilai-nilai islami atau dengan kata lain berdakwah pada rancangan-rancangannya dengan menghadirkan apa yang ada pada kedua landasan islam yaitu Alquran dan As-sunnah, hal tersebut dimaksudkan beliau agar karya-karyanya lebih bermakna dan dapat dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan kelak.

Achmad Noe’man, sebagai seorang Arsitek banyak tertarik dengan ajaran-ajaran agama Islam, khusus pada bidang arsitektur Achmad Noe’man mengagumi Lee Corbusier, Miss Van de Rohe, teori-teori Beahus, karena semua itu tidak bertubrukan dengan nilai-nilai islami yang mengajarkan agar tidak menciptakan sesuatu yang berlebih-lebihan. Nilai-nilai islam banyak mempengaruhi manifestasinya dalam berpraktek di dunia arsitektur.

Seorang arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1953 ini dikenal sebagai seorang arsitek yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun masjid sehingga ia dijuluki “Arsitek Seribu Masjid”.

Ide besarnya antara lain, atap masjid tidak harus berbentuk kubah karena menurutnya atap kubah sering kali malah menambah beban masjid dan tidak fungsional, menurutnya Kubah itu berat, bobotnya bisa sampai berton-ton sehingga harus disangga dengan tiang, tiang di dalam masjid itu menghalangi shaf, sedangkan shaf tidak boleh terputus, jamaah juga terhalangi untuk melihat khatib ketika shalat jum’at.

Masjid-masjid yang beliau bangun tidak menggunakan tiang karena akan memutus shaf dalam shalat dan ini sesuai dengan landasan sebuah hadist ”rapikan shaf dan rapatkan barisan” dari dalil ini beliau mendapatkan pengajaran bahwa sebuah shaf dalam sholat berjama’ah tidaklah boleh terputus dan harus lurus, maka Achmad Noe’man mencoba meniadakan kolom pada sebuah masjid.

Namun begitu Achmad noe’man tidak sepenuhnya menyalahkan atap masjid yang berbentuk kubah, beliau hanya mencoba mengajarkan bahwa tidak selalu harus berbentuk kubah untuk sebuah atap masjid / bangunan yang islami.

Karya besar Achmad Noe’man antara lain adalah Masjid Salman di Kampus Institut Teknologi Bandung, Masjid Asy-Syifa di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, Masjid Lambung Mangkurat Banjarmasin, Taman Ismail Marzuki Jakarta, Masjid Agung Al Akbar Surabaya, Masjid Indonesia di Sarajevo Bosnia dan masjid Agung At-Tin Jakarta.

"ber-Arsitektur bukan hanya berfikir bagaimana menghasilkan sebuah karya rancangan agar terbangun, tapi lebih memikirkan bagaimana berkarya yang semuanya diniatkan untuk Tuhan", Ir. H. Achmad Noe'man

Karya-karyanya banyak memberi warna dan menjadi rujukan terutama Arsitektur Masjid di Indonesia. Selain itu di luar Indonesia Achmad Noe’man turut meramaikan dunia Arsitektur dengan merancang beberapa karya. Terutama Arsitektur Masjid, Maka sebutan maestro arsitektur masjid di Indonesia untuk seorang Ir. H. Achmad Noe'man sangatlah pantas disandang olehnya. (NOK/Infoislami)

Sumber:

arsitek-ind.blogspot.com

integralist.blogspot.com

author
No Response

Leave a reply "Sang maestro arsitektur masjid di Indonesia"